Welcome to our site

welcome text --- Nam sed nisl justo. Duis ornare nulla at lectus varius sodales quis non eros. Proin sollicitudin tincidunt augue eu pharetra. Nulla nec magna mi, eget volutpat augue. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Integer tincidunt iaculis risus, non placerat arcu molestie in.

Sistem Tata Surya

Rabu, 04 November 2009




Bulan
Orang zaman dulu mengibaratkan putri yang cantik bagaiakan Bulan purnama. Namun, setelah ada orang yang berhasil mendarat di Bulan dan mengetahui keadaan Bulan sebenarnya, ibarat tersebut tidak dipakai lagi. Keadaan Bulan ternyata berkawah-kawah dan berbukit-bukit sehingga permukaannya tidak rata atau kasar.
Bulan berbentuk bulat dan terdapat banyak kawah di permukaannya. Bulan tidak memiliki atmosfer sehingga meteor tidak terbakar pada waktu memasuki medan gravitasi Bulan. Bagian permukaan Bulan yang tampak hitam dari Bumi disebut maria. Maria adalah dataran yang dahulu disangka laut (maria berarti laut). Bulan adalah benda langit yang paling dekat dengan Bumi dan merupakan satelit Bumi. Jarak Bulan ke Bumi lebih kurang 484.403 km. Bulan bergerak mengelilingi Bumi atau disebut dengan revolusi Bulan. Kala revolusi Bulan 29,5 hari. Selain berevolusi, Bulan juga melakukan rotasi. Kala rotasi Bulan sama dengan kala revolusinya yaitu 29,5 hari yang mengakibatkan bagian Bulan yang menganggap Bumi selau tetap. Bulan tidak memeliki cahaya sendiri, tetapi dari Matahari yang selanjutnya dipantulkan ke Bumi. Selama melakukan gerakannya, sudut yang dibentuk antara arah Matahari-Bulan dan Bulan- Bumi selalu berubah. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk Bulan atau fase Bulan jika dilihat dari Bumi. Jika bulan barada di antara Matahari-Bulan dan Bulan- Bumi selalu berubah. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk Bulan atau fase Bulan jika dilihat dari Bumi. Jika Bulan berada di antara Matahari-Bumi, bagian bulan yang menghadap Bumi tidak kelihatan karena tidak menerima cahaya Matahari. Kedudukan tersebut disebut Bulan muda atau Bulan baru. Jika Bumi terletak antara Bulan-Matahari, Bulan terlihat paling besar disebut Bulan purnama atau Bulan penuh. Kedudukan antara Bulan muda atau mati merupakan permulaan Bulan baru. Jadi dalam revolusinya secara garis besar Bulan mengalami empat fase yaitu Bulan muda/mati, setengah cakram, Bulan purnama/penuh, dan setengah cakram sebelahnya. Waktu yang diperlukan Bulan dari Bulan baru ke Bulan mati sete;ah melakukan satu kali putaran mengelilingi Bumi adalah 29,5 hari. Kala revolusi Bulan ini disebut satu Bulan sinodis. Waktu peredaran sinodis (29,5 hari)digunakan dalam perhitungan tahun Komariah atau tahun Bulan.
Bulan dan Bumi merupakan benda gelap. Jika benda-benda itu terkena sinar Matahari, akan terbentuk bayangan-bayangan. Ada dua bentuk bayangan-bayangan yang dibentuk Bulan dan Bumi, yaitu bayangan-bayangan inti (umbra) dan bayangan-bayangan kabur (penumbra). Bayangan-bayangan ini adalah daerah gelap yang dilalui bayangan inti, sedangkan bayangan- bayangan kabur adalah daerah agak terang yang dilalui bayangan. Rotasi dan revolusi Bumi dan Bulan pada saat-saat tertentu dapat menimbulkan gerhana Bulan atu gerhana matahari. Gerhana Bulan terjadi jika Bulan berada didalam bayangan-bayangan Bumi. Hal tersebut terjadi jika Matahari, Bumi, dan Bulan terletak pada satu garis. Jadi, gerhana Bulan terjadi apabila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Gerhana Bulan terjadi pada saat Bulan Purnama. Seluruh gerhana Bulan dapat berlangsung selama 6 jam. Lama Bulan berada pada bayangan inti adalah 1 jam 40 menit. Gerhana matahari terjadi apabila Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, dan ketiganya terletak pada satu bidang. Gerhana ini terjadi pada saat Bulan baru (Bulan muda). Saat terjadi gerhana Matahari bayangan Bulan jatuh dipermukaan Bumi. DEngan memperhatikan tempat-tempat di Bumi, gerhana matahari ada 3 macam yaitu: gerhana Matahari total, gerhana Matahari cincin, dan gerhana matahari sebagian. Gerhana Matahari sebagian terjadi di tempat- tempat yang berada di antara bayangan inti (umbra) dan bayangan kabur (penumbra). Di derah tersebut sebagian Matahari terlihat dan sebagian lagi tampak gelap. Selain gerhana, gerakan-gerakan Bumi dan Bulan juga dapat mengakibatkan pasang dan surutnya air laut. Pasang surut air laut terjadi karena pengaruh gaya gravitasi matahari dan Bulan. Pada tengah hari, pasang terjadi karena pengaruh gaya gravitasi Matahari.
Pada malam hari, pasang terjadi karena pengaruh gaya gravitasi Bulan. Pasang terbesar terjadi saat Bulan purnama dan Bulan baru dan disebut pasang purnama. Pasang menjadi maksimum jika terjadi gerhana Matahari, sebab air laut dipengaruhi oleh gaya tarik Bulan dan matahari. Pasang perbani yaitu air laut turun ke permukaan terendah dari permukaan semula. Pasang ini terjadi saat Bulan perempat pertama (kuatir pertama) dan perempat ketiga (kuartir ketiga). Waktu terbit Bulan selalu terlambat 50 menit setiap hari.

0 komentar:

Poskan Komentar